Minggu, 25 Desember 2022

Mengenal Bentuk Aljabar

Mengenal Bentuk Aljabar


1. Apersepsi Bentuk Aljabar

Perhatikan percakapan berikut!

Suatu ketika terjadi percakapan antara Pak Tono dan Pak Yudi. Mereka berdua baru saja membeli buku di suatu toko grosir.

Pak Tono         : “Pak Yudi, kelihatannya beli buku banyak sekali.”

Pak Yudi         : “Iya, Pak. Ini pesanan dari sekolah saya. Saya beli 2 kardus buku dan 3 buku pak. Pak Tono beli apa saja?”

Pak Tono         : “Saya hanya membeli 5 buku saja, Pak. Buku ini untuk anak saya yang kelas 7 SMP.”

Dari percakapan tersebut, dapat kita ketahui bahwa 

Jumlah buku yang dibeli Pak Tono adalah 2x + 3. Disimbolkan dengan huruf "x" karena belum diketahui jumlah buku yang ada dalam kardus tersebut dan kita asumsikan jumlah buku dalam kardus tersebut adalah sama.

                                        


Jumlah buku yang dibeli Pak Yudi adalah 5 buku. Kenapa hanya 5 saja? Sebab, jumlah buku yang dibeli Pak Yudi sudah jelas nilainya, pasti 5. 
                

2. Definisi Aljabar
    Bentuk aljabar, adalah cabang ilmu matematika dimana dalam penyelesaian masalah, angka akan digantikan dengan sebuah huruf. Kata Aljabar sendiri diambil dari bahasa Arab “al-jabr” yang berarti “pengumpulan bagian yang rusak”. Istilah ini diambil dari judul buku Ilm al-jabr wa’l-muḳābala karya matematikawan dan astronom Persia, Al-Khwarizmi.

    Bentuk Aljabar adalah suatu bentuk matematika yang penyajiannya memuat variabel (peubah) untuk mewakili bilangan yang belum diketahui.     

3. Penemu Aljabar

  Penemu aljabar adalah seorang ahli matematika Persia bernama Muhammad bin Musa Khawarizmi, yang dikenal dengan Al-Khawarizmi. Dalam catatan sejarah manusia, Al-Khawarizmi adalah tokoh penting yang mengembangkan ilmu matematika, dan dijuluki sebagai Bapak Aljabar. Selain menemukan aljabar, ia juga merupakan penemu angka nol (0). 

    Al-Khawarizmi adalah ilmuwan Islam, yang lahir di sebuah kota kecil bernama Khawarizm di Uzbekistan sekitar tahun 780 Masehi. Sejak kecil, dia tinggal di Selatan kota Bagdad. Di tempat inilah, Al-Khawarizmi menjadi anggota Bayt Al-Hikmah, yakni lembaga penerjemah, pusat penelitian ilmu pengetahuan, dan perpustakaan besar yang didirikan Harun Al-Rasyid. Sepanjang hidupnya, Al-Khawarizmi mengabdi dalam bidang pendidikan maupun riset ilmiah. Hal itu membuatnya mampu untuk menguasai berbagai bahasa, bahkan menerjemahkan buku. Berkat kecintaannya terhadap pendidikan, dia berhasil menerbitkan karya buku paling terkenal dalam dunia pendidikan. 

    Dilansir dari Interactive Mathematics, pada 825 Masehi dia menuliskan buku berjudul "Hisab Al-jabrwal-muqabala", artinya pemulihan bagian buku yang rusak. Melalui buku tersebut, para ilmuwan hingga saat ini menggunakan kata aljabar dalam matematika. Tujuan dari aljabar adalah untuk memecahkan persamaan linear, atau kuadrat dengan menghilangkan negatif menggunakan proses penyeimbangan kedua sisi persamaan.

4. Bagian-bagian dari Bentuk Aljabar

  • Koefisien merupakan angka yang ada di depan variabel
  • Variabel merupakan simbol yang biasanya dilambangkan dengan huruf kecil, seperti : a, b, c, …, z
  • Konstanta merupakan angka yang tidak mempunyai variabel atau berdiri sendiri
  • Suku merupakan variabel beserta koefisiennya atau konstanta pada bentuk aljabar yang dipisahkan oleh operasi jumlah atau selisih.
5. Jenis-jenis Suku 
  • Suku sejenis : suatu suku dalam aljabar yang memiliki variabel yang sama atau suku konstanta dalam aljabar.
  • Suku tak sejenis : suku - suku yang variabelnya tidak sama atau derajatnya tidak sama.

Itu dia tadi penjelasan mengenai materi "Mengenal Bentuk Aljabar"
Semoga bermanfaat.

Agar lebih paham, silahkan tonton video di bawah ini ya

💕

0 komentar:

Posting Komentar