Kamis, 15 Desember 2022

MAKALAH BAHASA INDONESIA - PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN MATEMATIKA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR

  

MAKALAH BAHASA INDONESIA

PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN MATEMATIKA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR




KATA PENGANTAR

 

OM Swastyastu,

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa/ Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena berkat rahmatnyalah kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Penggunaan  Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Matematika Dalam Proses Belajar Mengajar” ini tepat pada waktunya.

            Dalam penyusunan makalah ini, kami mendapat banyak bantuan baik bantuan moral maupun bantuan secara material dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini kami sampaikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah banyak berpartisipasi dalam pembuatan makalah ini.

            Makalah ini ditulis guna memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia yang diampu oleh Ni Wayan Sukma Adyaningsih, S.Pd., M.Pd. Bagi kami makalah ini merupakan sebuah makalah yang sangat sederhana, maka dari itu kami sadar bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna dan masih banyak kekurangan dalam penyusunan maupun isi dalam makalah ini. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan saran dan kritik, serta masukan dan konstruktif yang bersifat positif demi kesempurnaan makalah ini.

OM Santih, Santih, Santih OM

 

Denpasar, 31 Desember 2020

 

 

Penulis

 

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang  

            Bahasa merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Pada hakikatnya manusia tidak pernah terlepas dari pemakaian bahasa. Pemakaian bahasa dapat dijumpai dalam berbagai segi kehidupan. Dalam kehidupan sehari-hari, pemakaian bahasa dalam suatu segi kehidupan yang satu berbeda dengan pemakaian bahasa dalam segi kehidupan yang lain. Termasuk didalamnya bahasa yang dipakai dalam suatu pembelajaran di lembaga pendidikan.

            Peranan bahasa dalam lembaga pendidikan, memegang peranan yang sangat penting, karena bahasa merupakan salah satu alat interaksi belajar mengajar. Bahasa merupakan wahana yang lazim digunakan oleh guru dan siswa dalam mencapai kompetensi materi pelajaran. Melalui bahasa, siswa mampu memahami penjelasan yang disampaikan guru dan sesama siswa. Namun, sebagai tenaga pendidik, seorang guru haruslah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar agar para siswa lebih memahami materi yang diajarkan.

            Matematika merupakan salah satu bidang studi yang selalu diajarkan pada setiap jenjang pendidikan. Saat ini perolehan hasil belajar matematika masih dirasa belum optimal, bisa jadi dikarenakan oleh faktor kemampuan siswa yang belum mampu memahami metode yang diajarkan oleh guru atau metode yang diajarkan terlalu sulit dan rumit bagi siswa. Sering kali kita menemukan angka-angka atau bilangan-bilangan yang berhubungan dengan matematika. Tetapi tidak sedikit orang-orang berasumsi bahwa pelajaran matematika itu sangat sulit untuk dipahami, walaupun begitu semua orang dituntut untuk mempelajarinya karena matematika merupakan salah satu sarana untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari (Pebriana, 2017:69).

            Selain itu, pembelajaran matematika juga tidak luput dari kecenderungan proses pembelajaran yang berpusat pada guru. Para siswa terkadang kesulitan memahami penjelasan yang diberikan oleh guru mereka. Pelajaran matematika yang sulit ditambah dengan bahasa yang dipergunakan untuk mengajar sulit dipahami menjadi dua penyebab utama para siswa kurang memahami materi pembelajaran yang disampaikan. Oleh sebab itu, tindakan nyata seorang guru diperlukan salah satu contohnya adalah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

           

1.2  Rumusan Masalah

            Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut:

1.2.1        Apa itu bahasa Indonesia yang baik dan benar?

1.2.2        Bagaimana peran bahasa Indonesia dalam proses belajar mengajar?

1.2.3    Apa manfaat penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam proses belajar mengajar?

1.2.4  Apa hubungan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan upaya peningkatan pemahaman matematika dalam proses belajar mengajar?

1.2.5  Bagaimana peran masyarakat, tenaga pendidik, dan peserta didik dalam upaya peningkatan pemahaman matematika?

 

1.3  Tujuan Penulisan

            Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

1.3.1        Untuk mendeskripsikan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

1.3.2     Untuk mendeskripsikan peran Bahasa Indonesia dalam proses belajar mengajar.

1.3.3   Untuk mendeskripsikan manfaat penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam proses belajar mengajar.

1.3.4   Untuk mendeskripsikan hubungan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan upaya peningkatan pemahaman matematika dalam proses belajar mengajar.

1.3.5  Untuk mendeskripsikan peran masyarakat, tenaga pendidik, dan peserta didik  dalam upaya peningkatan pemahaman matematika.

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1  Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

            Bahasa adalah kapasitas khusus yang ada pada manusia untuk dapat memperoleh serta menggunakan sistem komunikasi yang kompleks. Bahasa Indonesia adalah bahasa kebanggaan warga negara tanah air Indonesia yang menjadi bahasa resmi dan bahasa persatuan Republik Indonesia. Dalam menggunakan bahasa Indonesia sebaiknya mengunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

            Dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar terdapat dua pengertian yang saling berkaitan. Pertama, bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa yang sesuai tempat, waktu, situasi, serta kepada siapa kita berbahasa, baik secara lisan maupun tertulis. Kedua, bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa yang baku dan sesuai dengan kaidah kebahasaan, baik secara lisan maupun tertulis. Terdapat lima ragam bahasa yang dapat digunakan sesuai tempat, waktu, situasi, serta kepada siapa kita berbahasa, antara lain:

a)      Ragam beku (frozen) yaitu ragam bahasa yang digunakan pada situasi hikmat dan sangat sedikit memungkinkan keleluasaan. Contohnya: pada kitab suci, putusan pengadilan, dan upacara pernikahan.

b)      Ragam resmi (formal) yaitu ragam bahasa yang digunakan dalam komunikasi resmi. Contohnya: pada pidato, rapat resmi, dan jurnal ilmiah.

c)      Ragam konsultatif (consultative) yaitu ragam bahasa yang digunakan dalam pembicaraan yang terpusat pada transaksi atau pertukaran informasi. Contohnya: dalam percakapan di sekolah dan di pasar.

d)     Ragam santai (casual) yaitu ragam bahasa yang digunakan dalam suasana tidak resmi dan dapat digunakan oleh orang yang belum tentu saling kenal dengan akrab.

e)      Ragam akrab (intimate), digunakan di antara orang yang memiliki hubungan yang sangat akrab dan intim. Contohnya: pembicaraan dalam rumah tangga.

Selanjutnya, ciri-ciri ragam bahasa baku adalah sebagai berikut:

a) Penggunaan kaidah tata bahasa normatif. Misalnya dengan penerapan pola kalimat yang baku: anak itu sedang mengambil bola dan bukan sedang mengambil bola anak itu.

b)   Penggunaan kata-kata baku. Misalnya lelah sekali dan bukan lelah bangetuang dan bukan duit; serta kalau begitu dan bukan kalo gitu.

c)  Penggunaan ejaan resmi dalam ragam tulis. Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa Indonesia adalah ejaan yang disempurnakan (EYD). Bahasa baku harus mengikuti aturan ini.

d)   Penggunaan lafal baku dalam ragam lisan. Meskipun hingga saat ini belum ada lafal baku yang sudah ditetapkan, secara umum dapat dikatakan bahwa lafal baku adalah lafal yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat atau bahasa daerah. Misalnya: atap dan bukan atephabis dan bukan abis, serta kalau dan bukan kalo.

e) Penggunaan kalimat secara efektif. Di luar pendapat umum yang mengatakan bahwa bahasa Indonesia itu bertele-tele, bahasa baku sebenarnya mengharuskan komunikasi efektif: pesan pembicara atau penulis harus diterima oleh pendengar atau pembaca persis sesuai maksud aslinya.

 

2.2  Peran Bahasa Indonesia dalam Proses Belajar Mengajar

            Dalam proses belajar mengajar, bahasa memegang peranan penting sebagai alat interaksi antara guru atau dosen dengan siswa atau mahasiswa. Peranan bahasa tidak hanya diperlukan dalam bidang studi bahasa Indonesia, bahasa daerah, maupun bahasa asing, akan tetapi digunakan pada bidang studi lainnya, termasuk bidang studi matematika. Peranan bahasa Indonesia dalam proses belajar mengajar adalah sebagai berikut:

1.      Alat interaksi alamiah (nature interaction)

Pada proses belajar mengajar, bahasa merupakan alat alami dan media paling mudah yang digunakan guru untuk menjelaskan suatu pokok bahasan. Dalam berinteraksi, seorang pengajar mengandalkan bunyi (vokal) yang dibentuk mulut berupa lafal/ejaan yang dipahami penerima pelajaran (murid). Sedangkan penerima pelajaran menggunakan indra pendengaran meraka untuk menyimpan pengertian terhadap vokal tersebut dalam pikiran mereka. Untuk itu, bahasa yang selaras dan saling dimengerti antara guru dan siswa cukup berpengaruh terhadap terjadinya proses interaksi belajar (learning interaction) yang tepat.

2.      Pematangan interaksi (mature interaction)

Mature Interaction merupakan tahapan bahasa yang lebih berkembang dibandingkan interaksi alamiah, kegiatan pembelajaran akan lebih mendalam karena bahasa telah berperan sebagai alat penghubung antara satu pokok pikiran materi pelajaran dengan pokok pikiran berikutnya. Penggunaan bahasa yang baik dan benar dari seorang guru, akan memudahkan seorang murid dalam menandai hubungan keterkaitan dan rangkaian kata secara bertahap untuk lebih dipahami, sehingga terciptalah interaksi yang selaras antara kedua belah pihak.

3.      Struktur interaksi (structure interaction)

        Pada bagian ini, ketepatan penggunaan tata bahasa, gaya bahasa, media dan istilah lebih berkembang. Pada tahap ini penggunaan bahasa diklasifikasikan sesuai dengan bidang studi tertentu, karena  beberapa istilah pada satu bidang studi cenderung berbeda seperti istilah aljabar, geometri, statistika dan lainnya secara khusus digunakan pada pelajaran matematika. Sehingga, gaya dan ragam bahasa pada satu jenis pelajaran akan berbeda dengan pelajaran lainnya.

4.      Pemindahan (pesan) interaksi (transform interaction)

Pada tahap ini bahasa berperan sebagai media dalam mengantarkan pesan dari guru kepada murid dan sebaliknya. Pada bidang studi matematika, guru kurang dapat mengevaluasi penguasaan anak didik terhadap materi yang diajarkan, maka diperlukan media agar siawa dapat menguasai materi. Hal ini terlihat pada penggunaan buku pelajaran, catatan, papan tulis, dan media lainnya.

5.      Pengarah pikiran (direct intellectual)

Tata bahasa dan pelafalan setiap kalimat yang digunakan guru dalam penyampaian materi dapat berpengaruh terhadap murid dalam menerima penjelasan yang didengarnya atau disebut dengan stimulus. Bunyi vokal yang didengar murid memberikan respon terhadap berpikirnya otak.

6.      Pembentuk watak/karakter manusia (human characteristic)

Pada bagian ini, bahasa yang dipergunakan guru berperan dalam mengembangkan sikap atau afeksi anak. Tak dapat dihindari, kemampuan seorang manusia untuk memahami objek luar berarti membuka dirinya atau dikenal dengan empati, maka materi yang mendapat empati anak itulah yang akan berkembang menjadi suatu watak/karakter.

 

2.3  Manfaat Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar dalam Proses Belajar Mengajar

            Bahasa merupakan media berkomunikasi efektif yang digunakan oleh semua orang. Meskipun faktanya masih ada beberapa orang yang masih belum memahami penggunaan bahasa yang baik dan benar. Kurangnya pemahaman tersebut dapat mengakibatkan kesalahpahaman terhadap lawan bicara. Seperti halnya dengan seorang pengajar, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sangat penting dalam penyampaian materi karena sangat berpengaruh terhadap pemahaman siswa. Begitupun sebaliknya, jika penggunaan bahasa Indonesia tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan, maka akan terjadi kesalahan maupun kesalahpahaman dalam penyampaian materi. Manfaat penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah adalah sebagai berikut:

1)      Memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran yang diajarkan

            Sangat penting bagi seorang pengajar menyampaikan materi menggunakan bahasa yang baik dan benar serta membuat setiap siswa dapat memahami penjelasan dengan mudah. Begitupun sebaliknya, apabila seorang guru tidak mampu menggunakan bahasa dengan  baik dan benar dalam proses belajar mengajar maka akan menyulitkan siswa dalam memahami materi pembelajaran. Sehingga dalam hal ini, sangat dianjurkan mengunakan bahasa yang baik dan benar agar siswa cepat menyerap segala materi yang disampaikan melalui lisan maupun tulisan. 

2) Menghindarkan siswa dari kekeliruan dan kesalahan pemahaman terhadap sebuah materi pembelajaran

            Kejadian fatal dan kerap terjadi dalam proses belajar mengajar adalah kekeliruan dan kesalahan dalam pemahaman materi pembelajaran yang disampaikan guru kepada siswanya. Salah satu penyebab hal itu terjadi karena penyampaian materi menggunakan bahasa yang tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan (PUEBI). Hal ini mengakibatkan kekeliruan terhadap pemahaman materi yang tentu akan menghambat pencapaian tujuan pendidikan secara umum maupun seorang guru dalam mendidik.

3)     Melestarikan bahasa Indonesia

            Bahasa merupakan media berkomunikasi efektif yang digunakan oleh semua orang. Namun sayangnya tidak semua orang Indonesia mampu menulis ataupun berbicara menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar terhadap sesama. Akan sangat disayangkan apabila terdapat orang Indonesia yang tidak memahami kaidah kebahasaan yang baik dan benar. Dalam hal ini, peran seorang guru sangat dibutuhkan untuk melestarikan bahasa Indonesia. Seorang guru harus memahami dan mampu menggunakan bahasa Indoneia yang baik dan benar saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Seorang guru juga harus mampu mengajak, memberi petunjuk dan mengarahkan siswa untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar jika ingin berkomunikasi disaat kegiatan belajar mengajar baik saat bertanya maupun menjawab. Secara tidak langsung, seorang guru telah mengajarkan mengenai penerapan bahasa Indonesia di dalam dunia pendidikan. Dalam hal ini, proses belajar menganjar akan menjadi wadah penggunaan bahasa Indonesia sesuai kaidah dan aturan meskipun materi yang disampaikan bukanlah pelajaran bahasa Indonesia.

4)      Menumbuhkan kecintaan pada bahasa Indonesia

            Dalam kegiatan belajar mengajar, penggunaan bahasa Indonesia yang dilakukan secara intensif akan menumbuhkan kecintaan siswa pada bahasa Indonesia. Terlebih apabila bahasa itu diterapkan sesuai kaidah kebahasaan yang baik dan benar. Pastilah setiap guru menuturkan kalimat yang akan terlihat indah di dengar oleh setiap siswa. Pengaruh keindahan bahasa akan menambah kecintaan para siswa terhadap bahasa Indonesia.

 

2.4  Hubungan Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar dengan Upaya Peningkatan Pemahaman Matematika dalam Proses Belajar Mengajar

            Suatu bahasa memiliki peranan sebagai sarana komunikasi, sebagai alat penyampaian maksud dan perasaan seorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Namun, perlu diingat bahwa situasi kebahasaan itu bermacam-macam adanya, tidak selamanya bahasa Indonesia yang baik itu benar, atau sebaliknya, tidak selamanya bahasa Indonesia yang benar itu baik.

            Penelitian Tammi (2010) yang berjudul “Pengaruh Kemampuan Komunikasi Matematika terhadap Hasil Belajar Matematika” menemukan bahwa pada kelompok siswa yangmemiliki kemampuan komunikasi tinggi memberikan hasil belajar yang tinggi pula. Sebaliknya, pada kelompok siswa yang memiliki kemampuan komunikasi rendah memberikan hasil belajar yang rendah pula. Dalam proses belajar mengajar matematika, penggunaan bahasa yang tepat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang siswa dalam penyelesaikan suatu persoalan, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, serta persoalan matematika lainnya. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang siswa dalam menyelesaikan persoalan matematika.

 

2.5  Peran Masyarakat, Tenaga Pendidik, dan Peserta Didik dalam Upaya Peningkatan Pemahaman Matematika

            Matematika merupakan salah satu pelajaran yang memiliki kontribusi yang penting bagi kehidupan peserta didik. Matematika dapat melatih siswa dalam berpikir logis, kritis, kreatif, dan terstruktur yang dapat mengembangkan pola pikirnya, terlebih dalam pemecahan masalah. Mengingat betapa pentingnya peran matematika dalam kehidupan saat ini, maka belajar matematika merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi. Namun, tak sedikit siswa yang menganggap matematika merupakan pelajaran yang sulit dan membosankan. Banyak faktor yang dapat menyebabkan siswa kesulitan dalam belajar matematika, yakni faktor dari luar dan faktor dari dalam diri siswa. Ruseffendi (dalam Dirgantoro, 2018: 158) menyatakan bahwa faktor luar yang mempengaruhi berhasil atau tidaknya siswa belajar adalah kompetensi guru, cara belajar, situasi pembelajaran dan kondisi lingkungan baik dalam arti sempit maupun luas. Situasi pembelajaran berkaitan dengan kegiatan pembelajaran yang bermakna di dalam kelas. Mawardi (2013: 109) berpendapat bahwa “kegiatan pembelajaran akan bermakna jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman, bersifat individual dan kontekstual, anak mengalami langsung yang dipelajarinya”.

            Guru merupakan salah satu faktor yang tidak dapat dipisahkan dari pendidikanPemerintah dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 mendefinisikan “guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah”. Mendidik sama artinya dengan mengembangkan karakter seseorang agar orang tersebut dapat berkembang menjadi pribadi yang cakap, aktif, kreatif, dan mandiri.

            Slameto (2014: 2) berpendapat bahwa guru mempunyai peran strategis dalam bidang pendidikan, guru merupakan ujung tombak dalam upaya meningkatkan kualitas layanan dan hasil pendidikan. Peranan seorang guru dalam proses belajar mengajar yang pertama adalah sebagai komunikator, yaitu mengajarkan ilmu dan keterampilan kepada peserta didik. Yang kedua sebagai fasilitator, yaitu sebagai pelancar proses belajar mengajar. Yang ketiga sebagai motivator, yaitu menumbuhkan minat dan semangat belajar peserta didik secara terus-menerus. Yang keempat sebagai administrator, yaitu melaksanakan tugas-tugas bersifat administratif, seperti administrasi kelas. Dan yang kelima sebagai konselor, yaitu membimbing peserta didik yang mengalami kesulitan, khususnya dalam belajar. Maka dari itu, peranan guru sangat penting dalam meningkatkan kualitas siswa, misalnya dalam hal bagaimana cara guru itu membimbing siswanya.

            Selain itu, peran peserta didik, orang tua, masyarakat serta faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi kualitas siswa. Yang pertama adalah peran peserta didik, misalnya dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan minatnya, serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesusasteraan dan hasil intelektual bangsa sendiri. Yang kedua adalah peran orang tua dan masyarakat, misalnya dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program kebahasaan dan kesusasteraan di sekolah. Yang ketiga adalah peran sekolah, misalnya dapat menyusun program pendidikan tentang kebahasaan dan kesusasteraan sesuai dengan keadaan peserta didik dan sumber belajar yang tersedia. Yang keempat adalah peran daerah, misalnya dapat menentukan bahan dan sumber belajar kebahasaan dan kesusasteraan sesuai dengan kondisi dan kekhasan daerah dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kualitas dan keberhasilan peserta didik dipengaruhi oleh banyak faktor.

 


BAB III

PENUTUP

 

3.1  Kesimpulan

            Berdasarkan pembahasan makalah dengan judul “Penggunaan  Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Matematika dalam Proses Belajar Mengajar” di atas, dapat disimpulkan bahwa:

1.    Bahasa Indonesia yang baik dan benar memiliki dua pengertian yang saling berkaitan yaitu bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa yang sesuai tempat, waktu, situasi, serta kepada siapa kita berbahasa, baik secara lisan maupun tertulis sedangkan bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa yang baku dan sesuai dengan kaidah kebahasaan, baik secara lisan maupun tertulis.

2.  Peranan bahasa Indonesia dalam proses belajar mengajar yaitu alat interaksi alamiah (nature interaction), pematangan interaksi (mature interaction), stuktur interaksi (structure interaction), pemindahan (pesan) interaksi (transform interaction), pengaruh pikiran (direct intellectual), dan pembentuk watak/karakter manusia (human characteristic).

3.   Manfaat dari penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam proses belajar mengajar yaitu memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran yang disampaikan, menghindarkan siswa dari kekeliruan dan kesalahan pemahaman terhadap sebuah materi pembelajaran, melestarikan bahasa Indonesia, serta menumbuhkan kecintaan pada bahasa Indonesia.

  1. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seorang siswa dalam menyelesaikan persoalan matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, serta persoalan matematika lainnya.

5.  Peran masyarakat, tenaga pengajar, dan para siswa dibutuhkan demi mencapai tujuan yang diinginkan dari upaya peingkatan pemahaman matematika dengan penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Guru berperan sebagai komunikator, fasilisator, motivator, administrator, serta konselor dalam proses belajar mengajar. Masyarakat atau orang tua dapat berperan secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program kebahasaan dan kesusasteraan di sekolah demi membantu kelancaran pelaksaan pembelajaran di sekolah. Sedangkan, peran siswa untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan mendengar dan mencermati materi pembelajaran yang disampaikan oleh seorang guru. Tenaga pengajar, masyarakat, dan peserta didik saling terikat satu sama lain. Jika tenaga pengajar mengajar dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar namun peserta didik tidak mencermati apa yang disampaikan oleh guru, hal tersebut tentu akan menjadi penghalang dalam upaya peningkatan pemahaman matematika dalam proses belajar mengajar di sekolah. Jika tenaga pengajar mengajar dengan baik dan para siswa juga mencermati dengan baik tetapi masyarakat atau orangtua tidak ikut berperan aktif membantu para siswa, hal tersebut juga akan menjadi pengahalang dalam mencapai tujuan yang diinginkan dari upaya peningkatan pemahaman matematika dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam proses belajar mengajar.

 

3.2  Saran

            Dalam mencapai tujuan dari upaya peningkatan pemahaman matematika diperlukan dukungan dari semua pihak. Dukungan dan peran semua pihak menjadi faktor utama keberhasilan pencapaian tujuan tersebut. Peran masyarakat, tenaga pengajar, dan para siswa sangat dibutuhkan.

            Bahasa merupakan media berkomunikasi efektif yang digunakan oleh semua orang. Dalam kehidupan saat ini, matematika merupakan salah satu pelajaran yang memiliki kontribusi penting bagi kehidupan peserta didik. Saat ini, matematika merupakan bidang studi yang mau tidak mau harus kita kuasai. Mengingat banyak orang menganggap bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit dimengerti, sehingga peran bahasa yang baik dan benar sangat penting dan dibutuhkan. Oleh karena itu, para guru diharapkan mampu mengajar para siswa mereka menggunakan bahasa yang baik dan benar, sehingga para siswa dapat dengan mudah mengerti pelajaran matematika itu sendiri. Selain itu, masyarakat atau orang tua diharapkan mampu ikut serta dan berperan aktif dalam membantu para siswa demi tercapainya tujuan.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anjarwati, Julia. 2019. Bahasa Indonesia: Pengertian, Tujuan, dan Sejarah. Dalam. https://bahasa.foresteract.com/bahasa-indonesia/Diunduh 30 Desember 2020.

Dirgantoro, K. (2018). Kompetensi Guru Matematika dalam Mengembangkan Kompetensi Matematis SiswaScholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Volume 8, No. 2 (halaman 157-166).

Ertinawati, Yuni dkk. 2019. Persepsi Mahasiswa terhadap Kesalahan penggunaan Kaidah Kebahasaan pada Papan Reklame di Jalan K.H. Zaenal Mustafa Tasikmalaya. Jurnal Siliwangi: Seri Pendidikan Volume 5, No. 1 (halaman 7-18).

Gunawan. 2019. Pentingnya Pembelajaran Bahasa Indonesia. Dalam https://www.erapublik.com/2019/10/artikel-pentingnya-pembelajaran-bahasa.html. Diunduh 30 Desember 2020.

Iqbal, Muhamad. 2018. Manfaat Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Dalam http://muhamadiqbalzokhabo.blogspot.com/2018/09/manfaat-penggunaan-bahasaindonesia.html#:~:text=Oleh%20karena%20itu%2C%20di%20dalam,disampaikan%20melalui%20lisan%20maupun%20tulisanDiunduh 30 Desember 2020.

Izhma, Nur. 2019. Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika. Dalam. https://www.researchgate.net/publication/333149967_UPAYA_MENINGKATKAN_PEMAHAMAN_KONSEP_MATEMATIKA_PADA_PESERTA_DIDIK_MELALUI_MEDIA_PERMAINAN_TRADISIONAL. Diunduh 30 Desember 2020.

Lanin, Ivan. 2016. Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar. Dalam https://beritagar.id/artikel/tabik/bahasa-indonesia-yang-baik-dan-benarDi-unduh 30 Desember 2020.

Mawardi, M. 2014. Pembelajaran Kurikulum SD/MI Tahun 2003 dan Implikasinya Terhadap Upaya Memperbaiki Proses Pembelajaran Melalui PTK. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 4, No. 3 (halaman 107-121).

Pebriana, Putri Hana. 2017. Peningkatan Hasil Belajar Matematika dengan Menerapkan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) pada Siswa Kelas V SDN 003 Bangkinang. Jurnal Cendikia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 1, No. 1 Mei 2017 (halaman 68-79).

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. 2008. Jakarta: Presiden Republik Indonesia.

Ramadania, Fajarika dkk. 2017. Peranan Komunikasi Bahasa Dalam Pembelajaran Matematika pada Siswa Kelas V SDN Keraton 3 Martapura. Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 3, No. 1 (halaman 23-32).

Sahaja, Irwan. 2014. Peranan Bahasa pada Pembelajaran. Dalam https://irwansahaja.blogspot.com/2014/08/peranan-bahasa-padapembelaja ran.htmlDiunduh 30 Desember 2020.

Slameto, S. 2014. Permasalahan-Permasalahan Terkait dengan Profesi Guru SD. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 4, No. 3 (halaman 1-12).

Tammi, H.P. 2010. Pengaruh Kemampuan Komunikasi Matematika Terhadap Hasil Belajar Matematika. Skripsi. (tidak diterbitkan). Jakarta: Universitas  Islam Negeri.

 

0 komentar:

Posting Komentar