Selasa, 29 November 2016

1001 Burung Kertas


Surya dan Lina adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga Lina berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Surya hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan.
Dalam kehidupan mereka berdua, Surya sangat mencintai Lina. Surya telah melipat 1000 buah burung kertas untuk Lina dan Lina kemudian menggantungkan burung-burung kertas tersebut pada kamarnya. Dalam tiap burung kertas tersebut Andre telah menuliskan harapannya kepada Lina. Banyak sekali harapan yang telah Surya ungkapkan kepada Lina. “Semoga kita selalu saling mengasihi satu sama lain”,”Semoga Tuhan melindungi Lina dari bahaya”,”Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia”,dsb. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung kertas yang diberikan kepada Lina.
Suatu hari Surya melipat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung kertas ini, Surya berkata kepada Lina:
 
“Lina, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai kita menjadi kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil kita berdua ! “
 
Saat mendengar Surya berkata demikian, menangislah Lina. Ia berkata kepada Surya:
 
“Surya, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi aku sekarang telah memutuskan untuk tidak menikah denganmu karena aku butuh uang dan kekayaan seperti kata orang tuaku!”
 
Saat mendengar itu Surya pun bak disambar geledek. Ia kemudian mulai marah kepada Lina. Ia mengatai Lina matre, orang tak berperasaan, kejam, dan sebagainya. Dan Akhirnya Surya meninggalkan Lina menangis seorang diri.
Surya mulai terbakar semangatnya. Ia pun bertekad dalam dirinya bahwa ia harus sukses dan hidup berhasil. Sikap Lina dijadikannya cambuk untuk maju dan maju. Dalam Sebulan usaha Surya menunjukkan hasilnya. Ia diangkat menjadi kepala cabang di mana ia bekerja dan dalam setahun ia telah diangkat menjadi manajer sebuah perusahaan yang bonafide dan tak lama kemudian ia mempunyai 50% saham dari perusahaan itu. Sekarang tak seorangpun tak kenal Surya, ia adalah bintang kesuksesan.

Suatu hari Surya pun berkeliling kota dengan mobil barunya. Tiba-tiba dilihatnya sepasang suami-istri tua tengah berjalan di dalam derasnya hujan. Suami istri itu kelihatan lusuh dan tidak terawat. Surya pun penasaran dan mendekati suami istri itu dengan mobilnya dan ia mendapati bahwa suami istri itu adalah orang tua Lina.
Surya mulai berpikir untuk memberi pelajaran kepada kedua orang itu, tetapi hati nuraninya melarangnya sangat kuat. Surya membatalkan niatnya dan ia membuntuti kemana perginya orang tua Lina.
Surya sangat terkejut ketika didapati orang tua Lina memasuki sebuah makam yang dipenuhi dengan burung kertas. Ia pun semakin terkejut ketika ia mendapati foto Lina dalam makam itu. Surya pun bergegas turun dari mobilnya dan berlari ke arah makam Lina untuk menemui orang tua Lina.
Orang tua Lina pun berkata kepada Surya:
 
”Surya, sekarang kami jatuh miskin. Harta kami habis untuk biaya pengobatan Lina yang terkena kanker rahim ganas. Lina menitipkan sebuah surat kepada kami untuk diberikan kepadamu jika kami bertemu denganmu.”
 
Orang tua Lina menyerahkan sepucuk surat kumal kepada Surya.
Surya membaca surat itu.
 
“Surya, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu. Aku terkena kanker rahim ganas yang tak mungkin disembuhkan. Aku tak mungkin mengatakan hal ini saat itu, karena jika itu aku lakukan, aku akan membuatmu jatuh dalam kehidupan sentimentil yang penuh keputus-asaan yang akan membawa hidupmu pada kehancuran. Aku tahu semua tabiatmu Surya, karena itu aku lakukan ini. Aku mencintaimu Surya……….. “
 
Setelah membaca surat itu, menangislah Surya. Ia telah berprasangka terhadap Lina begitu kejamnya. Ia pun mulai merasakan betapa hati Lina teriris-iris ketika ia mencemoohnya, mengatainya matre, kejam dan tak berperasaan. Ia merasakan betapa Lina kesepian seorang diri dalam kesakitannya hingga maut menjemputnya, betapa Lina mengharapkan kehadirannya di saat-saat penuh penderitaan itu. Tetapi ia lebih memilih untuk menganggap Lina sebagai orang matre tak berperasan. Lina telah berkorban untuknya agar ia tidak jatuh dalam keputusasaan dan kehancuran.
Sungguh sangat mengharukan. Sebuah Cerita Sedih yang amat sangat menyentuh hati. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dibalik Kisah Cinta Surya dan Lina tersebut, yang merupakan Cerita Cinta Anak Remaja yang Sangat menyedihkan dan mengharukan.
Dari Cerita sedih dan mengharukan yang dikisahkan oleh Surya dan Lina, dapat di ambil kesimpulan bahwa “Cinta bukanlah sebuah pelukan atau ciuman tetapi cinta adalah pengorbanan untuk orang yang sangat berarti bagi kita”.
Apa kesimpulan Anda setelah membaca Cerita Cinta Sedih Mengharukan diatas?

0 komentar:

Posting Komentar