Sabtu, 26 November 2016

MIMPI


Di Sore hari yang masih panas, ada seekor perempuan yang sudah selesai sholat ashar berjamaah. Perempuan itu bernama Dinda. Dinda adalah seorang murid SMP dan dia ikut ekskul basket. Jadi setiap hari Senin&Jumat, ada ekskul basket dari jam 4 sampai mendekati maghrib. Sebenarnya ia cukup mahir dalam bermain basket, toh dia sudah mulai berlatih sejak kelas 3 SD di Sekolah Dasar nya.

     

Setelah mengambil pakaian, Dinda dan teman sekelasnya, Lia bergegas pergi menuju kamar mandi. Mereka segera mengganti seragam sekolah dengan seragam basket. Ketika mereka berdua sudah mengenakan pakaian basket, muncul sesuatu yang janggal dari toilet. Mereka mendengar suara wanita sedang bernafas walaupun mereka menahan nafas mereka untuk bisa mendengarkan suara aneh tersebut. Langsung mereka lari secepat kilat keluar dari toilet dan langsung menuju hall basket.

     

Sesampainya di Hall basket, sudah ada anak-anak kelas 8&9 dan sebagian teman-teman kelas 7 yang meng-shoot bola ke ring mulai dari three point, under basket, dll. Disana juga sudah ada Dilla dan Alya yang sedang mengobrol sambil menunggu coach datang. Setelah mengobrol singkat bersama dan sudah banyak anak yang tiba di hall,coach membunyikan peluit nya agar segera berkumpul dan pemanasan dipimpin oleh 1 perwakilan. Anak-anak yang tadinya meng-shoot bola sebelum latihan dimulai juga segera meletakkan bola nya dan langsung berkumpul.

     

Ketika sedang pemanasan, Dinda melihat ada 1 bola yang bergerak sendiri. Padahal tidak ada yang memegang atau apapun. Ia ingin berteriak tetapi tidak jadi. Untung saja hanya ia yang melihat, kalau tidak keadaan mungkin cukup kacau. Setelah selesai pemanasan, coach memberi materi. Setelah materi mungkin hampir sejam, game dimulai. Dinda dan kawan-kawan melawan Lia, Alya, Dilla, Fina, dan Rahma. Secara tiba-tiba, Dinda melihat ada seorang wanita berpakaian putih dan rambut panjang berdiri didekat ring basket. Ia langsung berteriak dan hampir nangis. Semua orang berhenti melakukan aktifitas mereka dan langsung menatap Dinda. Coach menanyakan apa yang terjadi, lalu Dinda memberitahukan hal tersebut kepada coach. 5 menit setelah itu, keadaan membaik lalu game dimulai.

     

Setelah game selama hampir 15 menit, coach membunyikan peluit tanda latihan selesai dan segera berkumpul dulu untuk evaluasi. Setelah evaluasi, mereka semua diizinkan pulang dan langsung keluar dari Hall basket. Dinda, Lia, dan Alya serta beberapa anak laki lainnya belum dijemput, lalu mereka menunggu di plaza. Ketika ingin meletakkan tas, Dinda ingat bahwa besok ia ada remedial Fisika. Tetapi, buku Fisika miliknya tertinggal di loker nya di lt.3. Ada rasa takut sebenarnya. Tetapi mau gimana lagi? Bahaya kalau ia tidak belajar.

     

Dinda menaiki tangga dengan sedikit aroma kambing. Ketika sampai di lt.3, ia segera menuju loker dan segera mengambil buku nya. Loker Dinda itu dekat dengan ruang Seni Musik&Seni Rupa. Horror klimaks. Ketika ia ingin turun dan segera mengunci loker nya, ia melewati ruang seni musik dan ia merasa ada yang memperhatikannya dari ruang musik. Sontak ia kabur turun ke plaza dan menuju ke teman-temannya. Alya melihat Dinda yang berlari ngos-ngosan dan bertanya mengapa ia seperti itu. Setelah ia menceritakan semuanya, akhirnya ia dijemput dan segera pulang.

Ketika dijalan...


BYUR!!!! Sontak aku terbangun dari mimpi ku dan sudah ada pulau menggenang di bantal ku.





Ahh ini cuma mimpi. Syukurlah ini tidak terjadi di kehidupan nyata.

0 komentar:

Posting Komentar