Setelah mengambil pakaian, Dinda dan teman sekelasnya, Lia
bergegas pergi menuju kamar mandi. Mereka segera mengganti seragam sekolah
dengan seragam basket. Ketika mereka berdua sudah mengenakan pakaian basket,
muncul sesuatu yang janggal dari toilet. Mereka mendengar suara wanita sedang
bernafas walaupun mereka menahan nafas mereka untuk bisa mendengarkan suara
aneh tersebut. Langsung mereka lari secepat kilat keluar dari toilet dan
langsung menuju hall basket.
Sesampainya di Hall basket, sudah ada anak-anak kelas 8&9 dan
sebagian teman-teman kelas 7 yang meng-shoot bola ke ring mulai dari three
point, under basket, dll. Disana juga sudah ada Dilla dan Alya yang sedang
mengobrol sambil menunggu coach datang. Setelah mengobrol singkat bersama dan
sudah banyak anak yang tiba di hall,coach membunyikan peluit nya agar segera
berkumpul dan pemanasan dipimpin oleh 1 perwakilan. Anak-anak yang tadinya
meng-shoot bola sebelum latihan dimulai juga segera meletakkan bola nya dan
langsung berkumpul.
Ketika sedang pemanasan, Dinda melihat ada 1 bola yang bergerak
sendiri. Padahal tidak ada yang memegang atau apapun. Ia ingin berteriak tetapi
tidak jadi. Untung saja hanya ia yang melihat, kalau tidak keadaan mungkin
cukup kacau. Setelah selesai pemanasan, coach memberi materi. Setelah materi
mungkin hampir sejam, game dimulai. Dinda dan kawan-kawan melawan Lia, Alya,
Dilla, Fina, dan Rahma. Secara tiba-tiba, Dinda melihat ada seorang wanita
berpakaian putih dan rambut panjang berdiri didekat ring basket. Ia langsung
berteriak dan hampir nangis. Semua orang berhenti melakukan aktifitas mereka
dan langsung menatap Dinda. Coach menanyakan apa yang terjadi, lalu Dinda
memberitahukan hal tersebut kepada coach. 5 menit setelah itu, keadaan membaik
lalu game dimulai.
Setelah game selama hampir 15 menit, coach membunyikan peluit
tanda latihan selesai dan segera berkumpul dulu untuk evaluasi. Setelah
evaluasi, mereka semua diizinkan pulang dan langsung keluar dari Hall basket.
Dinda, Lia, dan Alya serta beberapa anak laki lainnya belum dijemput, lalu
mereka menunggu di plaza. Ketika ingin meletakkan tas, Dinda ingat bahwa
besok ia ada remedial Fisika. Tetapi, buku Fisika miliknya tertinggal di loker
nya di lt.3. Ada rasa takut sebenarnya. Tetapi mau gimana lagi? Bahaya kalau ia
tidak belajar.
Dinda menaiki tangga dengan sedikit aroma kambing. Ketika sampai
di lt.3, ia segera menuju loker dan segera mengambil buku nya. Loker Dinda itu
dekat dengan ruang Seni Musik&Seni Rupa. Horror klimaks. Ketika ia ingin
turun dan segera mengunci loker nya, ia melewati ruang seni musik dan ia merasa
ada yang memperhatikannya dari ruang musik. Sontak ia kabur turun ke plaza dan
menuju ke teman-temannya. Alya melihat Dinda yang berlari ngos-ngosan dan
bertanya mengapa ia seperti itu. Setelah ia menceritakan semuanya, akhirnya ia
dijemput dan segera pulang.
Ketika
dijalan...
BYUR!!!!
Sontak aku terbangun dari mimpi ku dan sudah ada pulau menggenang di bantal ku.
Ahh ini
cuma mimpi. Syukurlah ini tidak terjadi di kehidupan nyata.

0 komentar:
Posting Komentar